TorajaInfoDotCom
SHARE :

Tulangdidi’

21
04/2020
Kategori : Cerita Rakyat / Ulelean Pare
Komentar : 0 komentar
Author : chamali


Ia tinde Tulangdidi’ senga’ senga’ ia dadinna laen katibussananna, napomareko tau sia maramba sang tondokna anna rampo nasang untiro tampa rupanna tinde anak makalaen laen. Napa’bisikanmi tau kumua ia tinde pia la umba kamauparan. Apa buda toda tau mengimburu anna lekoranni kada kumua la umba kasanggangan. Iamoto na morai tau buda umpatei. …………..
Kalau diperhatikan dengan cermat maka cerita Kelahiran Tulangdidi’ dan cerita kelahiran Yesus ada kemiripan. Coba kita perhatikan, dari sejak lahir keduanya sudah ingin dibunuh, keduanya mati dan bangkit kembali dari kematian, dan keduanya naik ke langit.
Bedanya juga tentu banyak krn Tulangdidi’ adalah dongeng sedangkan kehidupan Yesus adalah nyata. Di ceritakan Tulangdidi’ dibangkitkan oleh ayamnya dan naik ke bulan bersama ayamnya.
Namun demikian, cerita Tulangdidi’ itu telah mempermudah kita (Toraya) untuk mengerti ketika para penginjil mengajarkan tentang Yesus yg mati dan pada hari yg ketiga bangkit kembali.
Demikian juga dengan kisah org yg naik kelangit dan turun dari langit bukan merupakan sesuatu yg mencengangkan lagi, krn dongeng Erandilangi’ bercerita tentang hal itu. Bukankah ular tembaganya Musa juga merupakan sebuah penggambaran untuk mempermudah manusia mengerti tentang Yesus yg disalibkan? Demikianlah semua itu dapat dimengerti melalui penggambaran abstrak, dimana iman lebih mendominasi dari pada logika.

Lain halnya dengan Nikodemus, seorang Farisi, guru agama orang Yahudi yg gagal mencerna ucapan Yesus, karena ia menggunakan pikiran dan logikanya sendiri. Cerita Nikodemus ini dalam Yohanes 3 amat menarik apalagi kalau dibaca dalam Alkitab bahasa Toraja (Sura’ Madatu).
Nakua Puang Yesu’ lan Yohanes 3:7, Da’ mimangnga, belanna kukuamo mati’ kumua: sipatukomi didadian pole’. Kata Sipatukomi adalah kata yg membenarkan suatu perbuatan karena ada alasannya, misalnya sipatukomi sengke. Iamoto na kua ia Puang Yesu’ lako Toraya, sipatukomi di dadian pole’. Battuananna tae’ na tongan tu katuan dolota, dadi paralluki’ didadian pole’. Inang malute ia tu Puang Yesu’ ma’basa toraya lan Sura’ Madatu.

Marilah kita selalu memohon pertolongan Roh Kudus agar dapat mengerti Firman Tuhan.

Oleh: Tienda Mangeka’

Please follow and like us:

Berita Lainnya



Tinggalkan Komentar

Social Share Buttons and Icons powered by Ultimatelysocial